Fakta Unik / Kesehatan · April 11, 2022

Apakah Anda selalu berbuka puasa dengan gorengan? Bahaya peningkatan kolesterol!

Berbagai jenis gorengan, seperti sayur buncis, tahu isi, risoles atau tempe mendoan, merupakan makanan yang sering muncul sebagai takikil atau makanan berbuka puasa. Setelah seharian berpuasa dan di depan mata, bisa dibayangkan rasanya yang nikmat dan lembut. Namun, konsumsi gorengan yang berlebihan dan sering dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti peningkatan kadar kolesterol dan gangguan pencernaan.

Makanan yang digoreng biasanya tinggi lemak karena proses memasaknya menggunakan banyak lemak dan lebih banyak menggunakan minyak berulang-ulang. Terlalu banyak minum gorengan saat berbuka puasa akan membuat perut bekerja lebih keras untuk mencerna lemak dalam makanan. Organ pencernaan beristirahat selama puasa. Akibatnya, buang air besar melambat, kandung kemih, mual, dan sakit perut muncul. Untuk itu, sangat penting agar FibreSquad tidak terlalu banyak mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.

Konsumsi gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol selain masalah pencernaan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses menggoreng dalam minyak panas dapat menghasilkan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan trigliserida. Penggunaan minyak goreng secara berulang juga dapat meningkatkan kadar lemak trans. Makan banyak makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas. Kadar kolesterol tinggi seringkali tidak memberikan tanda atau gejala khusus. FibreSquad mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi, tetapi tidak terdeteksi dan hanya dapat dideteksi jika Anda menderita berbagai penyakit, seperti penyakit jantung atau stroke.

Makanan yang digoreng dapat menyerap 2-13 gram lemak per 100 gram makanan mentah. Semakin banyak lemak yang diserap dalam gorengan, semakin tinggi kalorinya, 1 potong sayur mangga memiliki sekitar 137 kalori. Hitung berapa banyak kalori dan lemak yang akan masuk ke dalam tubuh seiring dengan meningkatnya konsumsi gorengan. Tak heran jika berat badan justru bertambah saat berpuasa akibat konsumsi gorengan yang berlebihan.

FibreSquad sebenarnya tidak harus makan gorengan saat sarapan, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Selain membatasi konsumsi gorengan, sebaiknya FibreSquad bisa memproduksi gorengan sendiri agar bisa dimasak lebih sehat, misalnya dengan minyak segar daripada digunakan kembali, dan memilih rendah lemak di dalamnya. kandungan lemak jenuh, seperti minyak jagung atau minyak lobak. .

Ingatlah bahwa asupan serat yang cukup juga dapat membantu mengurangi penyerapan lemak dari makanan dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Puasa juga menjadi tantangan untuk memenuhi asupan serat harian 25-30 gram per hari. Jika Anda tidak dapat mencapai asupan serat harian Anda, Anda dapat mengonsumsi FibreFirst, suplemen FIBER dan NUTRISI premium dengan ekstrak buah dan sayuran. Kantong tempat tidur FibreFirst dapat membantu memastikan asupan serat, mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol, serta meningkatkan pencernaan. Mulai DailyDetox Anda dengan FibreFirst!

Sumber Artikel: FibreFirst

Sharing is Caring: